Bondowoso, detik1.id // Kekecewaan mendalam dirasakan warga Kecamatan Cermee, Kabupaten Bondowoso. Lebih dari 100 hari sejak Bupati Bondowoso resmi dilantik, masyarakat menilai belum ada perubahan maupun kinerja nyata yang dapat dirasakan secara langsung.
Aktivis senior asal Bondowoso, Kus Fajar Yanto, mengungkapkan bahwa hingga saat ini berbagai persoalan mendasar di daerah belum mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah. Persoalan tersebut meliputi kondisi infrastruktur jalan, pelayanan publik, hingga persoalan banjir yang melanda kecamatan cermee.
“Kami seperti tidak didengar. Seolah-olah bupati menutup mata dan telinga terhadap keluhan masyarakat,” ujar pria yang akrab disapa pak Angga ini. Senin 11 Januari 2026.
Menurut warga, kehadiran pemimpin daerah sangat diharapkan untuk turun langsung ke lapangan guna menyerap aspirasi serta memberikan solusi nyata. Namun, harapan tersebut dinilai belum terwujud, meskipun masa 100 hari kerja kerap dijadikan tolok ukur awal kinerja seorang kepala daerah.

Kekecewaan ini memunculkan anggapan bahwa masyarakat hanya dibutuhkan saat pesta demokrasi berlangsung. “Saat Pilkada, suara kami sangat dibutuhkan. Namun setelah terpilih dan dilantik, rakyat seolah dilupakan,” keluh warga lainnya.
Masyarakat Cermee berharap pemerintah daerah segera membuka mata dan telinga serta membuktikan komitmen kepemimpinannya melalui kebijakan dan tindakan nyata yang berpihak pada kepentingan rakyat. Mereka menegaskan bahwa kepercayaan yang telah diberikan melalui Pilkada harus dibalas dengan kerja nyata, bukan sekadar janji politik.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Bondowoso, Ahmad Dhafir, saat dikonfirmasi awak media menyampaikan bahwa Bupati Bondowoso baru menjabat sekitar 10 bulan. Ia menjelaskan bahwa persoalan jalan rusak merupakan warisan dari pemerintahan sebelumnya.
“APBD 2026 insyaallah akan menuntaskan persoalan tersebut. Sebenarnya pada tahun 2025 sudah dianggarkan, namun terkena pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat sehingga tidak terwujud,” jelasnya.
Lebih lanjut, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut menyampaikan bahwa perbaikan jalan di Kecamatan Cermee dan wilayah lainnya direncanakan mulai tahun ini.
“Insyaallah pada bulan Maret atau April sudah bisa dimulai karena masih dalam proses administrasi yang harus dipertanggungjawabkan kepada BPK, APH, Kementerian Dalam Negeri, dan KPK,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Bondowoso terkait keluhan masyarakat tersebut.
















