Sumenep, detik 1.id // Kehadiran calon kepala desa perempuan dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) kini mulai menjadi tren positif dan inklusif di berbagai daerah. Masyarakat modern dinilai semakin memandang kemampuan memimpin lebih penting dibandingkan persoalan gender semata.
Calon perempuan dalam Pilkades dinilai memiliki ketelitian, empati, simpati, serta pendekatan pelayanan masyarakat yang lebih dekat dan merakyat. Hal tersebut juga didukung oleh opini publik yang menunjukkan penerimaan cukup kuat terhadap keterlibatan perempuan dalam pemerintahan desa.
Masyarakat mulai menyadari pentingnya kesetaraan gender dalam tata kelola pemerintahan desa. Perempuan dianggap mampu membawa transparansi serta pembaruan dalam pengelolaan anggaran desa yang lebih efektif dan efisien.
Sejumlah daerah bahkan telah membuktikan bahwa kepala desa perempuan mampu bersaing dan berhasil membawa perubahan positif bagi pembangunan desa yang lebih maju, mandiri, dan bermartabat.
Berangkat dari hal tersebut, “Kartini Desa Ketupat”, Nurul Khotimah, A.Md.Keb., yang akrab disapa Bidan Imah, menyatakan komitmennya untuk maju sebagai bakal calon kepala desa dalam Pilkades serentak Desa Ketupat tahun 2027 mendatang.
Jika terealisasi, pencalonan tersebut menjadi salah satu langkah bersejarah karena untuk pertama kalinya Desa Ketupat memiliki bakal calon kepala desa dari kalangan perempuan.
Saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Bidan Imah mengaku bahwa niatnya maju dalam Pilkades berangkat dari panggilan hati nurani untuk mengabdi kepada masyarakat.
“Keinginan saya maju bukan sekadar ambisi pribadi, tetapi panggilan hati untuk memberikan pelayanan yang lebih luas kepada masyarakat Desa Ketupat,” ujarnya.
Ia juga menyinggung pentingnya keterwakilan perempuan dalam dunia politik dan pemerintahan, yang menurutnya telah mendapat ruang melalui berbagai regulasi, termasuk Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 serta ketentuan afirmasi keterwakilan perempuan dalam berbagai kebijakan pemerintahan.
Menurutnya, keterwakilan perempuan bukan hanya simbol semata, melainkan instrumen penting agar perempuan memiliki ruang lebih besar dalam pengambilan kebijakan dan pembangunan desa.
Dalam kesiapan menuju Pilkades 2027, Bidan Imah mengusung visi mewujudkan tata kelola desa yang transparan, inovatif, ramah keluarga, serta menuju desa yang sejahtera, mandiri, berdaya, dan peduli terhadap masyarakat.
Sementara misi yang dibawanya meliputi, Mewujudkan pemerintahan desa yang bersih dan partisipatif, Mendorong penguatan ekonomi keluarga dan pemberdayaan UMKM, Meningkatkan pelayanan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, Mengoptimalkan pendidikan, perlindungan anak, lingkungan yang bersih, serta pembangunan infrastruktur yang memadai.
Bidan Imah optimistis visi dan misinya dapat terwujud apabila mendapat dukungan dan sinergi dari seluruh elemen masyarakat Desa Ketupat.
“Insya Allah, jika seluruh masyarakat bersatu dan saling mendukung, Desa Ketupat bisa menjadi desa yang maju, makmur, dan bermartabat, bukan hanya sekadar impian,” tuturnya.
Di akhir penyampaiannya, Bidan Imah memohon doa restu dan dukungan masyarakat untuk langkahnya maju sebagai calon kepala desa pada Pilkades 2027 mendatang.
“Saya mohon izin, dukungan, dan doa restu dari seluruh masyarakat Desa Ketupat. Semoga dengan izin Allah SWT, saya diberi amanah untuk memimpin Desa Ketupat periode 2027–2031,” pungkasnya.
















