Berita  

Miris!! Jalan “Covid-19” di Depan PLTD Raas Tak Kunjung Diperbaiki

Ket.Foto Jalan Covid-19 Depan PLTD Raas

Sumenep, detik1.id // Jalan raya di depan PLTD Raas sepanjang kurang lebih 800 meter hingga kini masih dalam kondisi rusak parah. Berdasarkan informasi yang dihimpun, jalan tersebut pernah dilakukan pemadatan pada tahun 2018 dengan anggaran ratusan juta rupiah dan direncanakan akan diaspal menggunakan aspal Buton pada tahun 2019.

Namun, hingga saat ini rencana pengaspalan tersebut tak kunjung terealisasi. Saat itu, alasan yang sering disampaikan adalah anggaran tahun 2019 dialihkan untuk penanganan pandemi Covid-19. Ironisnya, hingga kini kondisi jalan tersebut tetap rusak dan seolah “masih sakit karena Covid-19”.

Batu-batu besar dari lapisan onderlagh kini bermunculan dan menghiasi badan jalan di depan PLTD Raas. Kondisi tersebut membuat jalan semakin sulit dilalui dan membahayakan pengguna jalan.

Masyarakat setempat menyebut bahwa pada tahun 2025 sempat dilakukan perbaikan pada separuh bagian jalan menggunakan dana CSR dari HCML yang dialokasikan untuk sembilan desa. Perbaikan tersebut sedikit membantu mengurangi kerusakan.

Ket.Foto Jalan Rusak Parah di Depan PLTD Raas

Namun, kondisi separuh jalan lainnya justru semakin parah. Banyak benjolan batu besar muncul di badan jalan, bahu jalan, hingga tepi jalan. Akibatnya, para pengguna jalan mengeluhkan kondisi jalan yang terasa seperti berjalan di atas pegunungan berbatu.

Karena tak kunjung diperbaiki sejak 2019, masyarakat Raas bahkan menjuluki jalan tersebut sebagai “Jalan Covid-19”. Julukan itu muncul karena sejak pandemi Covid-19 dijadikan alasan penundaan perbaikan, hingga kini jalan tersebut tetap rusak bahkan semakin parah.

Menurut warga yang sering melintasi jalan tersebut, pemerintah Kabupaten Sumenep sebenarnya mengetahui kondisi kerusakan jalan yang semakin parah. Namun mereka menilai kurangnya komitmen pemerintah menjadi penyebab lambatnya penanganan.

Baca Juga:
Jelang Muktamar NU ke-35: Peta Paslon Menguat, Dinamika Kian Menghangat

“Reses anggota DPRD pun dirasa belum membawa dampak berarti untuk memperbaiki jalan ‘Covid-19’ yang sudah seperti masuk stadium empat ini,” ujar salah satu warga.

Warga bahkan berseloroh, daripada jalan terus dibiarkan rusak, lebih baik ditanami pohon pisang. Dengan begitu, masyarakat bisa memanen pisang setiap bulan daripada harus memanen kerusakan motor dan badan yang pegal akibat melintasi jalan berbatu yang bertahun-tahun tak kunjung diperbaiki.