Jakarta, detik1.id // Bertempat di Pondok Rangi, Jakarta, Sabtu (11/4/2026), para tokoh pemuda, mahasiswa, dan aktivis se-Madura menggelar acara halal bihalal yang dirangkai dengan diskusi strategis terkait masa depan wilayah kepulauan.
Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus forum bertukar gagasan mengenai berbagai persoalan yang dihadapi wilayah kepulauan, khususnya Pulau Sapudi, di sektor infrastruktur, kesehatan, transportasi laut, dan kelistrikan.
Salah satu tokoh pemuda, Nanang Wahyudi, SH., menegaskan pentingnya perhatian serius dari pemerintah daerah terhadap wilayah kepulauan. Menurutnya, kontribusi daerah kepulauan, khususnya Madura, sangat besar bagi Provinsi Jawa Timur, terutama sebagai salah satu penyumbang gas terbesar.
“Berbicara soal masa depan kepulauan, diperlukan langkah nyata dan gerakan serius dari pemerintah daerah. Infrastruktur, layanan kesehatan, transportasi laut, hingga listrik harus menjadi prioritas pembangunan,” ujar Nanang.
Sementara itu, Abdul Hakim menyoroti pentingnya aspek regulasi dan kebijakan pemerintah daerah dalam menata pembangunan di wilayah kepulauan. Ia menilai perlu adanya kejelasan aturan terkait operasional perusahaan yang beraktivitas di wilayah tersebut.
“Banyak perusahaan yang beroperasi di kepulauan. Pemerintah daerah perlu membuat kebijakan yang tegas, termasuk mengatur persentase dana CSR yang harus dialokasikan untuk pembangunan di kepulauan, seperti perbaikan infrastruktur dan dukungan terhadap layanan kelistrikan,” ungkap Abdul Hakim.
Diskusi yang berlangsung hangat tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong sinergi antara pemuda, masyarakat, dan pemerintah guna mempercepat pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah kepulauan, khususnya Pulau Sapudi.
















