Sumenep, detik1.id // Sebuah ironi menyelimuti para tenaga kesehatan di Kabupaten Sumenep. Pengabdian yang telah mereka berikan selama belasan tahun seolah tak lagi bernilai setelah perubahan status kepegawaian mengguncang nasib mereka.
Mereka yang sebelumnya berstatus tenaga kontrak dengan dedikasi tinggi, kini harus menerima kenyataan pahit setelah dialihkan menjadi PPPK Paruh Waktu. Perubahan tersebut bukan sekadar pergantian status, tetapi juga berdampak besar terhadap kesejahteraan mereka.
Selama ini, dengan masa kerja yang telah mencapai 16 tahun, para tenaga kesehatan tersebut menerima penghasilan di atas Rp2.000.000 per bulan. Nominal itu memang tidak besar, namun cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.
Kini, kondisi berubah drastis. Penghasilan yang selama ini menjadi penopang hidup turun tajam hingga hanya Rp350.000 per bulan.
Jumlah tersebut dinilai jauh dari kata layak. Pasalnya, para tenaga medis setiap hari bertugas melayani masyarakat, baik di puskesmas maupun rumah sakit, dengan tanggung jawab besar yang berkaitan langsung dengan keselamatan pasien.
Kekecewaan pun tak bisa disembunyikan. Bagi mereka, persoalan ini bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga menyangkut penghargaan atas pengabdian yang telah diberikan selama bertahun-tahun.
“Selama 16 tahun kami mengabdi, menghabiskan masa muda dan tenaga untuk melayani masyarakat Sumenep. Tapi kini, rasanya pengabdian itu tidak dihargai sama sekali,” ungkap salah satu tenaga kesehatan yang enggan disebutkan namanya.
Mereka merasa perjuangan panjang yang telah dilalui seakan diabaikan. Harapan akan kesejahteraan yang lebih baik seiring bertambahnya masa kerja justru berubah menjadi kekecewaan mendalam.
Kondisi ini menjadi potret pahit realitas birokrasi. Di satu sisi, tenaga kesehatan sangat dibutuhkan untuk menjaga pelayanan masyarakat, namun di sisi lain kesejahteraan mereka justru terabaikan.
Kini, para tenaga kesehatan di Sumenep hanya berharap ada kebijakan yang lebih berpihak kepada mereka, sehingga pengabdian hampir dua dekade itu tidak berlalu begitu saja tanpa penghargaan.
















