Sumenep, detik1.id // Peredaran narkotika jenis sabu di wilayah kepulauan, termasuk Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, menjadi perhatian serius berbagai pihak. Sejumlah kasus pengungkapan peredaran sabu di kawasan kepulauan menunjukkan bahwa ancaman narkoba kini telah merambah hingga daerah terpencil.
Kondisi tersebut dinilai membutuhkan perhatian serta kerja sama dari seluruh elemen masyarakat, mulai dari aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga para orang tua agar generasi muda tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika.
Peredaran narkoba saat ini tidak hanya menyasar kalangan tertentu, tetapi juga pelajar, remaja, hingga lingkungan profesional. Penyalahgunaan narkotika diketahui dapat menimbulkan berbagai dampak buruk, seperti terjerat kasus hukum, kehilangan pekerjaan, kesulitan ekonomi, gangguan kesehatan, hingga risiko kematian.
Masyarakat, khususnya generasi muda, diimbau untuk lebih fokus mengembangkan potensi diri melalui kegiatan positif, seperti mengikuti komunitas kreatif, olahraga, kegiatan sosial, maupun menyalurkan hobi yang bermanfaat.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk menghindari lingkungan maupun situasi yang berpotensi menawarkan obat-obatan terlarang dan minuman beralkohol. Sikap tegas dalam menolak ajakan mengonsumsi narkoba dinilai menjadi langkah awal untuk melindungi diri dari bahaya penyalahgunaan zat terlarang.
“Berani mengatakan tidak terhadap narkoba adalah keputusan terbaik demi menjaga masa depan,” ujar Fero Feriyanto, mantan pengguna narkoba yang aktif mengingatkan masyarakat tentang bahaya penyalahgunaan narkotika di wilayah kepulauan.
Masyarakat juga diharapkan berperan aktif melaporkan kepada aparat penegak hukum apabila mengetahui adanya dugaan peredaran narkoba di lingkungan sekitar, demi menciptakan wilayah yang aman, sehat, dan bebas dari narkotika.
















