APMS 56.694.05 Sapeken Diduga Komersilkan BBM ke Kapal Tujuan Kalimantan

Ket.Foto APMS Sapeken Milik Haji Kandar

Sumenep, detik1.id // Masyarakat Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, mengeluhkan dugaan penjualan bahan bakar minyak (BBM) dalam jumlah besar dari SPBU 56.694.05 Sapeken kepada kapal tujuan Kalimantan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kapal tersebut diduga membeli BBM hingga kurang lebih 30 ton dan langsung sandar di area SPBU. Pembeli BBM tersebut disebut-sebut berinisial Gj.

Warga Sapeken mengaku resah karena BBM yang seharusnya diperuntukkan bagi kebutuhan masyarakat setempat diduga justru dikomersialkan untuk kepentingan kapal luar daerah. Mereka khawatir kondisi tersebut dapat memicu kelangkaan BBM di wilayah kepulauan.

“Kuota BBM yang diberikan untuk SPBU di Sapeken seharusnya diprioritaskan bagi masyarakat Sapeken, bukan untuk kebutuhan luar daerah,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Masyarakat juga meminta pihak pengelola SPBU 56.694.05 Sapeken bertanggung jawab dan memberikan penjelasan terkait dugaan penjualan BBM dalam jumlah besar tersebut. Selain itu, warga mendesak aparat berwenang agar memperketat pengawasan distribusi BBM di wilayah Sapeken guna mencegah dugaan penyelundupan BBM ke luar daerah melalui jalur laut.

Menurut warga, dugaan penjualan BBM sekitar 30 ton kepada kapal tujuan Kalimantan yang terjadi sekitar tiga bulan lalu perlu dilakukan penyelidikan lebih lanjut agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Warga juga khawatir apabila praktik tersebut terus terjadi, maka Sapeken dapat mengalami kelangkaan BBM seperti yang pernah terjadi di wilayah Sapudi, yang menyebabkan harga BBM di tingkat masyarakat melambung tinggi dan berdampak pada kondisi ekonomi warga.

Sementara itu, owner SPBU 56.694.05 Sapeken, Haji Kandar, saat dikonfirmasi awak media DetikOne melalui sambungan telepon seluler membantah tuduhan tersebut. Ia menegaskan bahwa BBM yang terlihat dalam video yang beredar bukan berasal dari APMS miliknya.

Baca Juga:
Tritura Nelayan RI Menggema, Gus Lilur Desak Negara Sikat Jaringan Penyelundup BBL

“Desas-desus itu sudah sekitar dua bulan ramai dibicarakan, dan video tersebut juga sudah lama beredar di media. Namun saya tidak merasa itu BBM berasal dari APMS saya,” ujar Haji Kandar.

Ia menjelaskan bahwa lokasi APMS milik keluarganya memang berada dekat dengan dermaga kapal sehingga sering digunakan kapal untuk bersandar.

“Karena APMS milik saudara saya kebetulan dekat dengan dermaga kapal, jadi banyak kapal yang bersandar di sana. Kalau dermaga penuh, biasanya kapal bergeser ke dermaga kami yang dekat pantai,” jelasnya.

Menurutnya, persoalan tersebut juga telah diklarifikasi kepada pihak Pertamina maupun Polsek setempat.

“Kemarin sudah saya klarifikasi ke pihak Pertamina dan Polsek, karena memang kami tidak menjual BBM dalam jumlah sampai 30 ton. Kami hanya melayani masyarakat nelayan dengan pembelian sekitar 5 hingga 10 liter,” katanya.

Lebih lanjut Haji Kandar juga mengaku tidak mengetahui asal-usul BBM yang diduga dijual kepada kapal tujuan Kalimantan tersebut.

“Jadi saya tidak tahu BBM yang dijual ke kapal Kalimantan itu milik siapa. Saya berani bersumpah itu bukan BBM milik saya. Lagi pula berita itu sudah sekitar dua bulan lalu terbit di pemberitaan. Sekali lagi saya tegaskan, itu bukan milik saya,” pungkasnya.

Penulis: Benny.HEditor: Redaksi
error: