Berita  

Rehabilitasi MTs di Desa Nonggunong Diduga Proyek Siluman, Pemilik Sekolah Mengaku Tak Tahu Sumber Anggaran

Ket. Foto Proyek Rehabilitasi Pembangunan MTs

Sumenep, detik1.id // Proyek rehabilitasi bangunan Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Desa Nonggunong diduga sebagai proyek siluman. Pasalnya, pihak pemilik sekolah mengaku tidak mengetahui asal sumber dana, besaran anggaran, maupun pihak pelaksana pekerjaan tersebut.

Kondisi ini menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat. Sebab, proyek yang sedang berjalan seharusnya dilengkapi dengan informasi yang jelas dan terbuka, termasuk papan nama proyek sebagai bentuk transparansi kepada publik.

Sementara itu, Hadari selaku pemilik sekolah saat dikonfirmasi awak media DetikOne, membenarkan adanya kegiatan rehabilitasi di lingkungan sekolahnya.

“Memang benar ada rehab sekolah untuk ruang kelas dan dua kantor. Saat ini yang sedang dikerjakan baru tahap pondasi, Mas,” ujar Hadari.

Lebih lanjut, Hadari mengungkapkan bahwa dirinya tidak mengetahui secara jelas terkait proyek rehabilitasi bangunan yang sedang berlangsung. Menurutnya, proses pengajuan bantuan dilakukan melalui Simpatika. Setelah itu, ia dipanggil dan diberi informasi bahwa sekolahnya memperoleh bantuan dari BHTC.

Ket. Foto Pondasi Proyek Pembangunan Mts

Namun, saat menghadiri rapat di Surabaya, dirinya tidak pernah diberi penjelasan mengenai besaran anggaran bantuan yang diterima.

“Pengajuannya dilakukan melalui Simpatika. Setelah itu saya dipanggil dan diberi tahu kalau mendapatkan bantuan dari BHTC. Kemudian saya dipanggil ke Surabaya untuk rapat, tetapi di sana saya tidak diberi tahu berapa nilai anggarannya, Mas,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa proyek tersebut sempat terhenti cukup lama. Pada bulan Ramadan, tim dari Surabaya disebut datang melakukan survei sebanyak tiga kali dan bangunan sudah dibongkar.

“Saya sempat bertanya-tanya apakah akan dilanjut atau tidak, karena baru satu minggu ini dikerjakan kembali. Dari bulan puasa sampai Lebaran tidak ada pekerjaan,” pungkas Hadari.

Baca Juga:
Ratusan Penumpang Tujuan Pulau Raas Antusias Ikuti Program Mudik Gratis dari Pemprov Jawa Timur

Kondisi ini semakin menambah dugaan adanya ketidaktransparanan dalam pelaksanaan proyek rehabilitasi tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai sumber anggaran, nilai proyek, maupun kontraktor pelaksana kegiatan rehabilitasi tersebut.

error: