Berita  

Garam Keluarga Santri Meriahkan Semarak Muharram, Dorong Penguatan Ekonomi Syariah di Bondowoso

Bondowoso, detik1.id // Produk unggulan pesantren, Garam Keluarga Santri, turut memeriahkan kegiatan Semarak Muharram dan Penguatan Ekonomi Syariah Menuju Bondowoso Berkah yang berlangsung pada 19–25 Muharram 1448 H/2026 M di Kabupaten Bondowoso.

Kegiatan tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan berbagai produk unggulan pesantren sekaligus memperkuat peran ekonomi syariah dalam mendukung pembangunan daerah.

Mengusung tagline Produk Unggulan Santri, Andalan Wali Santri”, Garam Keluarga Santri hadir sebagai salah satu hasil pemberdayaan ekonomi pesantren yang melibatkan santri dan wali santri dalam proses produksi hingga pemasaran.

Kehadiran produk ini menjadi bukti bahwa pesantren tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan dan dakwah, tetapi juga mampu melahirkan usaha produktif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Partisipasi Garam Keluarga Santri berada di bawah naungan HEBITREN Bondowoso yang digagas oleh Pondok Pesantren Raudhatul Falah di bawah pengasuhan Lora Moh. Auliya’ur Rasyid.

Melalui HEBITREN Bondowoso, berbagai potensi ekonomi pesantren terus dikembangkan agar mampu menjadi kekuatan baru dalam membangun kemandirian ekonomi umat.

Lora Moh. Auliya’ur Rasyid mengatakan, pengembangan produk pesantren merupakan bagian dari ikhtiar untuk memperkuat ekonomi keumatan sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.

“Kami berharap produk Garam Keluarga Santri dapat dikenal dan dinikmati oleh seluruh masyarakat Bondowoso. Produk ini merupakan hasil kerja dan kolaborasi para santri serta wali santri yang ingin menghadirkan produk berkualitas sekaligus memberikan nilai manfaat ekonomi bagi pesantren dan masyarakat. Semoga langkah kecil ini menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi umat yang berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bondowoso memberikan apresiasi atas gagasan dan inovasi yang dilakukan Lora Moh. Auliya’ur Rasyid dalam membangun ekonomi pesantren melalui HEBITREN Bondowoso.

Baca Juga:
Tuduhan Keterlibatan Oknum Polisi dalam Transaksi Kendaraan Bermasalah Dinilai Tidak Berdasar

Menurutnya, langkah tersebut menjadi contoh nyata bagaimana pesantren mampu bertransformasi menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat tanpa meninggalkan fungsi utamanya sebagai lembaga pendidikan dan dakwah.

“Kami sangat mengapresiasi gagasan yang dibangun oleh Lora Moh. Auliya’ur Rasyid bersama HEBITREN Bondowoso. Ini merupakan langkah positif dalam membangun ekonomi keumatan. Produk-produk yang dihasilkan para santri dan wali santri tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga mampu membuka peluang usaha, menciptakan lapangan penghasilan, dan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Ia menegaskan, sinergi antara pemerintah daerah, pesantren, dan masyarakat perlu terus diperkuat agar semakin banyak produk unggulan pesantren yang mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

“Ketika pesantren bergerak dalam sektor ekonomi, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh lingkungan pesantren, tetapi juga oleh masyarakat secara keseluruhan. Inilah bentuk nyata penguatan ekonomi syariah dan ekonomi keumatan yang sejalan dengan visi mewujudkan Bondowoso Berkah,” tambahnya.

Melalui kegiatan Semarak Muharram dan Penguatan Ekonomi Syariah Menuju Bondowoso Berkah, HEBITREN Bondowoso berharap produk-produk unggulan pesantren semakin dikenal masyarakat dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi berbasis syariah.

Kehadiran Garam Keluarga Santri tidak hanya menawarkan produk berkualitas, tetapi juga membawa semangat kemandirian, pemberdayaan, dan keberkahan bagi umat.

Garam Keluarga Santri: “Produk Unggulan Santri, Andalan Wali Santri.”

Bersama HEBITREN Bondowoso, membangun ekonomi umat menuju Bondowoso Berkah.