Sumenep, detik1. I’d // Dugaan ketidaktransparanan proyek pembangunan rehabilitasi Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Desa Nonggunong memantik reaksi keras dari kalangan aktivis muda. Salah satunya datang dari Misbahol Munir aktifis yang Aktif menyuarakan kepentingan masarakat, menilai setiap proyek yang menggunakan anggaran negara wajib terbuka kepada publik.
Menurutnya, transparansi merupakan hal mendasar dalam pelaksanaan proyek yang dibiayai uang negara. Karena itu, setiap pekerjaan pembangunan seharusnya dilengkapi papan informasi atau prasasti agar masyarakat mengetahui sumber anggaran, nilai proyek, serta target waktu pelaksanaan.
“Apapun proyeknya, kalau masih menggunakan uang negara, bukan uang pribadi, maka wajib hukumnya memasang papan informasi atau prasasti. Jadi masyarakat bisa tahu anggarannya berapa dan estimasi jangka waktu pekerjaannya,” tegas Misbah kepada awak media, Sabtu (18/4/2026).
Ia menyoroti proyek rehabilitasi MTs di Desa Nonggunong yang dinilai penuh tanda tanya. Pasalnya, pihak pengelola sekolah disebut tidak mengetahui siapa pelaksana proyek maupun besaran anggaran yang digunakan.
“Kalau di MTs Nonggunong ini jelas penuh tanda tanya. Pengelola MTs saja tidak mengetahui siapa pelaksananya dan berapa anggarannya. Ini sungguh aneh,” ujarnya.
Misbahol menambahkan, dalam waktu dekat dirinya akan melaporkan proyek rehabilitasi gedung sekolah tersebut kepada pihak berwenang agar dilakukan penelusuran lebih lanjut.
Ia berharap laporan tersebut nantinya dapat menjadi pintu masuk untuk mengungkap secara terang benderang pelaksanaan proyek, sekaligus memastikan penggunaan anggaran negara berjalan sesuai aturan yang berlaku.
















