Berita  

Calon Pilkades Perempuan Dinilai Bawa Semangat Perubahan, Bidan Imah Siap Maju di Pilkades Ketupat 2027

Foto: Nurul Khotimah Muhlis/Bidan Imah

Sumenep, detik1.id // Kehadiran calon kepala desa (Pilkades) perempuan kini menjadi tren positif yang mencerminkan semakin kuatnya nilai kesetaraan dan inklusivitas dalam kehidupan demokrasi di tingkat desa. Masyarakat modern mulai memandang bahwa kemampuan memimpin lebih penting dibandingkan persoalan gender.

Calon kepala desa perempuan dinilai memiliki sejumlah keunggulan, seperti ketelitian, empati, kepedulian terhadap masyarakat, serta pendekatan pelayanan yang lebih humanis. Selain itu, perempuan juga dianggap mampu menghadirkan tata kelola pemerintahan desa yang lebih transparan, efektif, efisien, dan akuntabel.

Pandangan tersebut diperkuat oleh berbagai pengalaman di sejumlah daerah yang menunjukkan bahwa kepala desa perempuan mampu bersaing secara kompetitif, bahkan berhasil membawa desanya menjadi lebih maju, mandiri, dan bermartabat.

Berangkat dari semangat tersebut, Nurul Khotimah, A.Md.Keb. yang akrab disapa Bidan Imah, menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai bakal calon Kepala Desa Ketupat pada Pilkades serentak tahun 2027. Jika resmi mencalonkan diri, ia akan menjadi salah satu perempuan pertama yang ikut berkontestasi dalam pemilihan kepala desa di Desa Ketupat.

Saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Bidan Imah mengatakan bahwa keputusannya untuk maju dilandasi panggilan hati serta keinginan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan desa.

“Keinginan saya maju bukan semata-mata karena jabatan, tetapi sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Saya ingin ikut membangun Desa Ketupat agar lebih maju, transparan, dan sejahtera,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa keterlibatan perempuan dalam kepemimpinan merupakan bagian dari semangat kebijakan afirmasi yang memberikan ruang lebih luas bagi perempuan untuk berpartisipasi dalam pemerintahan dan pembangunan.

Bidan Imah mengaku telah mendapat restu dari kedua orang tuanya, Muhlis dan Essa, serta dukungan dari keluarga besar, rekan kerja, dan masyarakat yang selama ini mengenalnya sebagai tenaga kesehatan.

Baca Juga:
Berbekal Pengalaman dan Integritas, Ahmad Affandi Ingin Bangun Desa Pancor Bermartabat

Dalam pencalonannya nanti, Bidan Imah mengusung visi mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, inovatif, dan ramah keluarga menuju desa yang mandiri, berdaya, sejahtera, dan peduli terhadap kepentingan masyarakat.

Sementara itu, misi yang diusung meliputi: Mewujudkan pemerintahan desa yang bersih, transparan, dan partisipatif, Mengembangkan ekonomi keluarga melalui pemberdayaan UMKM, Meningkatkan pelayanan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, Memajukan sektor pendidikan, perlindungan anak, serta menjaga kebersihan lingkungan, Meningkatkan pembangunan infrastruktur desa yang memadai.

Menurut Bidan Imah, seluruh visi dan misi tersebut hanya dapat terwujud apabila mendapat dukungan dan sinergi dari seluruh elemen masyarakat.

“Apabila kita bisa bekerja sama, Insya Allah Desa Ketupat akan menjadi desa yang maju, makmur, dan bermartabat. Harapan itu tidak hanya menjadi mimpi, tetapi bisa kita wujudkan bersama,” tuturnya.

Di akhir penyampaiannya, Bidan Imah memohon doa restu serta dukungan masyarakat Desa Ketupat agar diberikan kelancaran dalam mengikuti tahapan Pilkades 2027.

“Saya mohon izin, dukungan, dan doa restu kepada seluruh masyarakat Desa Ketupat. Semoga dengan izin Allah SWT, apabila diberikan amanah, saya dapat mengemban tugas sebagai Kepala Desa Ketupat periode 2027–2031 dan memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya.