Kelangkaan BBM di Bali Picu Antrean Hingga 5 Kilometer

Foto: SPBU Tabanan

Bali, detik1.id // Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang dilaporkan terjadi di seluruh wilayah Bali memicu antrean panjang kendaraan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Kondisi tersebut juga berdampak pada kelancaran arus lalu lintas dan aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk pengemudi ojek online (ojol).

Ironisnya, Bali yang dikenal sebagai salah satu destinasi pariwisata unggulan Indonesia kini dihadapkan pada persoalan ketersediaan BBM. Berdasarkan keterangan warga, antrean kendaraan di salah satu SPBU bahkan disebut mencapai sekitar lima kilometer.

I Nyoman Yasa, salah seorang warga yang ditemui awak media DetikOne di SPBU Tabanan mengatakan kelangkaan BBM tersebut telah berlangsung selama tiga hari.

“Kelangkaan BBM di Bali sudah tiga hari, Mas. Saya berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat segera mengatasi persoalan ini agar masyarakat tidak terus dirugikan,” ujar pria asal Tabanan ini.

Menurutnya, antrean panjang di SPBU menyulitkan masyarakat yang membutuhkan BBM untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Situasi tersebut juga berpotensi menghambat mobilitas warga apabila tidak segera ditangani.

Foto: Antrean Panjang Mobil dan Sepeda Motor Yang Menyebabkan Kemacetan

Dampak serupa dirasakan Wawan, pengemudi ojek online asal Banyuwangi, yang ditemui di lokasi yang sama. Ia mengaku pendapatannya menurun akibat waktu yang harus dihabiskan untuk mengantre BBM.

“Akibat kelangkaan ini, biasanya sehari saya bisa membawa sampai dua belas penumpang. Sekarang cuma bisa membawa tiga orang saja, Mas, karena saat mau mengisi bahan bakar saya harus mengantre sampai berjam-jam,” ungkap Wawan.

Bagi pengemudi ojol, waktu yang dihabiskan untuk mengantre BBM berarti berkurangnya kesempatan mendapatkan penumpang. Kondisi ini menjadi beban tersendiri bagi pekerja sektor informal yang mengandalkan penghasilan harian.

Kelangkaan BBM tersebut pun memunculkan harapan agar pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memastikan pasokan bahan bakar kembali normal, terutama di wilayah yang mengalami antrean panjang.

Baca Juga:
Tidak Kooperatif, Sukarman Resmi Ditetapkan DPO oleh Satreskrim Polres Sumenep

Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan melakukan pengecekan terhadap ketersediaan dan distribusi BBM, sekaligus menyampaikan informasi yang jelas kepada masyarakat mengenai penyebab kelangkaan dan langkah penanganannya.