Berita  

Material Lapis Pondasi Jalan Karopo–Jungkat di Pulau Raas Diduga Gunakan Pasir Bertanah

Sumenep, detik1.id // Proyek peningkatan jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Karopo dengan Desa Jungkat, Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep, mulai memasuki tahap persiapan. Sejumlah material konstruksi telah didatangkan ke lokasi pekerjaan, tepatnya di depan Yayasan Al Jaziroh, sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan pembangunan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, tahap awal pekerjaan akan difokuskan pada pelapisan pondasi (lapling) guna memperbaiki kondisi badan jalan yang selama ini mengalami kerusakan cukup parah. Tahapan tersebut dinilai penting untuk menghasilkan konstruksi perkerasan jalan yang kuat sebelum dilakukan pengaspalan.

Namun, hasil pantauan awak media di lokasi menemukan tumpukan material yang diduga berupa pasir bercampur tanah. Material tersebut diduga akan digunakan sebagai campuran lapis pondasi jalan bersama batu koral yang juga telah tersedia di lokasi.

Temuan tersebut memunculkan kekhawatiran sejumlah warga. Mereka menilai penggunaan material yang kualitasnya tidak sesuai spesifikasi berpotensi memengaruhi daya tahan konstruksi jalan, mengingat karakteristik tanah di wilayah Desa Karopo yang didominasi tanah hitam dan mudah mengalami retak maupun pergeseran saat musim kemarau.

Ahmat, salah seorang yang mengaku bertugas mengangkut material ke lokasi, mengatakan dirinya hanya menjalankan perintah dari atasannya.

“Kalau punya nomor telepon Babur silakan langsung hubungi. Beliau bos saya. Saya hanya membantu mengangkut material di Raas,” ujar Ahmat kepada awak media, Minggu (26/7/2026).

Menurut Ahmat, material tersebut dikirim atas perintah seseorang bernama Babur yang berada di Kabupaten Sumenep.

Menindaklanjuti keterangan tersebut, awak media berupaya melakukan konfirmasi melalui seorang wartawan media Suara Madura ID kepada pihak yang disebut bernama Babur. Namun hingga berita ini disusun, belum diperoleh penjelasan ataupun konfirmasi terkait dugaan keterlibatannya dalam pengiriman material tersebut.

Baca Juga:
Masyarakat Kepulauan Sapudi Apresiasi PT DDU atas Rencana Peremajaan Kapal Trayek Kalianget–Sapudi–Jangkar

Terlepas dari siapa pelaksana proyek maupun rekanan yang mengerjakan pembangunan, perhatian masyarakat saat ini lebih tertuju pada kualitas material yang digunakan. Warga berharap instansi teknis yang berwenang, khususnya dinas terkait, melakukan pengawasan secara ketat terhadap mutu material sebelum digunakan dalam pekerjaan konstruksi.

Masyarakat berharap apabila material yang digunakan tidak memenuhi spesifikasi teknis, pihak pelaksana diminta segera menggantinya dengan material yang sesuai standar agar kualitas pembangunan jalan tetap terjamin.

Menurut warga, pembangunan jalan Karopo–Jungkat merupakan infrastruktur yang telah lama dinantikan. Karena itu, mereka menginginkan hasil pekerjaan memiliki kualitas yang baik dan mampu bertahan dalam jangka panjang, sehingga tidak cepat mengalami kerusakan seperti beberapa ruas jalan sebelumnya yang rusak akibat kondisi tanah yang labil.

Hingga berita ini diterbitkan, identitas kontraktor pelaksana maupun penjelasan resmi dari dinas terkait mengenai spesifikasi material yang digunakan masih belum diperoleh. Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari seluruh pihak terkait sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Apabila berita ini akan dipublikasikan, sebaiknya juga dilengkapi dengan keterangan dari Dinas PUPR Kabupaten Sumenep atau kontraktor pelaksana agar pemberitaan semakin berimbang dan memenuhi prinsip jurnalistik.