PLN Raas Dinilai Kurang Profesional, Pemadaman Listrik Ganggu Aktivitas Warga Saat Ramadan

Ket. Foto PLN Raas

Sumenep, detik1.id // Pelayanan PLN di wilayah kepulauan Kabupaten Sumenep, khususnya di Pulau Raas, kembali menuai keluhan masyarakat. Setiap bulan Ramadan, listrik di wilayah tersebut kerap mengalami gangguan hingga terjadi pemadaman bergilir yang dinilai mengganggu kenyamanan warga dalam menjalankan ibadah puasa.

Pemadaman listrik tersebut juga berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat. Sejumlah kegiatan dilaporkan lumpuh dan menimbulkan kerugian, sebagaimana menjadi perbincangan di tengah warga.

Seperti yang terjadi di Desa Ketupat, Kecamatan Raas, masyarakat mengeluhkan ketidakprofesionalan PLN Raas. Pemadaman terjadi sejak Minggu (22/2/2026). Listrik yang seharusnya kembali menyala pada pukul 23.00 WIB, justru padam hingga pagi bahkan siang hari. Hingga berita ini dirilis, belum ada pemberitahuan resmi dari pihak manajemen PLN Raas terkait penyebab maupun kepastian waktu normalisasi.

A. Madix, Asisten Lapangan SPPG Sirajul Akhyar, turut menyampaikan keluhannya. Ia mengaku pemadaman listrik yang tidak sesuai jadwal tersebut tidak hanya merugikan masyarakat, tetapi juga berdampak pada operasional dapur MBG yang dikelolanya.

“Saat ini air PAM kami habis sejak semalam. Tiga kulkas freezer kami tidak berfungsi karena genset yang kami miliki hanya mampu menopang penerangan dan peralatan berdaya rendah. Akibatnya, bahan makanan mulai rusak dan buah-buahan yang telah disortir banyak yang membusuk,” ujarnya, Senin (23/2/2026).

Ia berharap listrik PLN Raas segera kembali normal, termasuk jaringan menara telekomunikasi yang ikut terdampak pemadaman sehingga menyebabkan gangguan sinyal.

“Kami terputus komunikasi. Padahal komunikasi sangat penting karena ada pengiriman bahan dapur dari Jawa hari ini. Namun, karena sinyal internet tidak berfungsi, kami kesulitan berkoordinasi. Ini tentu menjadi kendala, terutama dalam pendistribusian ke sekolah karena kami khawatir barang tidak dapat dikirim tepat waktu,” jelasnya.

Baca Juga:
Nekat Jual Pompa Air Curian di Facebook, Pria Asal Arjasa Dibekuk Tim Resmob Polres Situbondo

Menurutnya, listrik merupakan kebutuhan vital masyarakat, sehingga pelayanan harus dilakukan secara maksimal, terutama saat Ramadan dan menjelang Idulfitri.

“Listrik ini sangat vital. Harus benar-benar ekstra dalam melayani masyarakat, apalagi saat warga membutuhkan kenyamanan dalam menjalankan ibadah puasa. Terlebih menjelang Lebaran, persoalan listrik ini harus segera diselesaikan,” pungkasnya.

Sementara itu, pihak melalui Hairul Ismail Manager PLN ULP Kepulauan saat dihubungi awak media mengaku masih mengikuti rapat daring (Zoom meeting) sehingga belum dapat memberikan keterangan terkait gangguan yang terjadi.

“Masih Zoom meeting, nanti saya sampaikan lewat WhatsApp terkait permasalahan PLN Raas,” ujarnya singkat.

Namun, hingga berita ini diterbitkan, pihak PLN Raas belum memberikan klarifikasi lanjutan. (Red)

error: