Ribuan Kader NU Padati Alun-Alun Bondowoso Dalam Apel Kader Setia NKRI

Foto: Ribuan Kader NU Padati Alun-alun Bondowoso
Bondowoso, detik1.id // Ribuan kader Nahdlatul Ulama (NU) memadati Alun-Alun RBA Ki Ronggo, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, untuk mengikuti Apel Kader Setia NKRI, Minggu (1/11/2026) pagi. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026.

Apel akbar ini melibatkan seluruh jajaran Syuriah dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), lembaga, badan otonom (Banom), 23 Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU), hingga pengurus ranting se-Kabupaten Bondowoso.

Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Ketua DPRD Bondowoso Ahmad Dhafir, perwakilan Kodim 0822, Polres Bondowoso, serta Kejaksaan Negeri Bondowoso.

Dalam apel tersebut, KH. Abdul Qodir Syam selaku Rais Syuriah PCNU Bondowoso bertindak sebagai komandan apel. Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan pembacaan Ikrar Santri oleh Ketua PCNU Bondowoso, Dr. Moh. Syaeful Bahar.

Selanjutnya, pembacaan Resolusi Jihad dipimpin Ketua DPRD Bondowoso Ahmad Dhafir. Suasana semakin khidmat ketika seluruh peserta bersama-sama menyanyikan lagu Syubbanul Wathon dan Mars Hari Santri, sebelum kegiatan ditutup dengan doa.

Dalam amanatnya, KH. Abdul Qodir Syam menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh kader NU yang telah mengikuti apel akbar tersebut.

Ia menegaskan bahwa momentum Hari Santri harus menjadi sarana refleksi untuk kembali memahami jati diri, nilai perjuangan, serta tanggung jawab sebagai seorang santri.

Menurutnya, seorang santri harus memiliki karakter mandiri dan menjadikan Allah SWT sebagai satu-satunya tempat bersandar. Begitu pula kader NU harus memiliki pegangan keimanan yang kuat kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW dalam menjalankan perjuangan organisasi.

“Kalau kita hanya bertopang pada kekuasaan, maka kita akan terombang-ambing. Karena itu, santri harus mandiri dan tetap berpegang teguh kepada Allah SWT,” pesan KH. Abdul Qodir Syam.

Baca Juga:
Calon Pilkades Perempuan Jadi Tren Positif, Bidan Imah Siap Maju di Pilkades Ketupat 2027

Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya keberadaan seorang guru yang mampu membimbing umat agar semakin dekat kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW.

Menurutnya, guru bukan sekadar sosok yang menyampaikan ilmu pengetahuan, melainkan juga pribadi yang memiliki kedekatan spiritual dengan Allah SWT dan Rasul-Nya serta mampu mengarahkan umat menuju ishlahul ummah atau perbaikan umat.

Ia berharap seluruh kader NU terus menjaga komitmen dalam berkhidmat melalui organisasi, sekaligus memperkuat keimanan, kemandirian, persatuan, dan semangat kebersamaan.

Apel Kader Setia NKRI ini tidak sekadar menjadi bagian dari peringatan Hari Santri Nasional 2026, tetapi juga menjadi momentum konsolidasi ribuan warga NU di Bondowoso untuk memperteguh nilai-nilai perjuangan santri dalam menjaga agama, bangsa, serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).